PENGERTIAN IP ADDRESS
IP Address adalah alamat identifikasi
komputer/host/perangkat yang terhubung dalam jaringan, berlabel numerik,
terdiri dari 32 bit angka biner yang ditulis dalam 4 bilangan desimal dan
dipisahkan dengan tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 sampai dengan
255.255.255.255.
IP address terdiri dari 2 bagian yang
menjadi fungsi dasarnya, yaitu:
1.
Host ID sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
Kita bisa menggunakan analogi nama orang
yang melekat pada masing-masing individu yang berfungsi untuk mengenali siapa
orang tersebut. Begitulah fungsinya host ID yaitu sebagai identitas host untuk
mengenali host yang terhubung pada jaringan tersebut.
1.
Network ID sebagai alamat lokasi jaringan
Kita bisa menggunakan analogi alamat rumah
yang menunjukkan keberadaan lokasi kita. Untuk memudahkan pengiriman paket
data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus
dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.
KELAS IP ADDRESS
Tingginya pertumbuhan jumlah komputer yang
terkoneksi ke internet menyebabkan kebutuhan IP Adress pun meningkat. Untuk
mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan ke dalam
kelas-kelas sehingga IP address mampu mengidentifikasi banyak anggota jaringan.
IP address dibagi ke dalam kelas-kelas
yang dibedakan berdasarkan network ID dan host ID. Network ID adalah bagian
dari IP address yang menunjukkan lokasi jaringan komputer tersebut berada.
Sedangkan host ID menunjukkan seluruh host TCP/IP yang lain dalam jaringan
tersebut. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah ukuran dan jumlahnya.
1.
1. Kelas A
IP Address yang terdiri dari 8 bit untuk
network ID dan 24 bit untuk host ID, sehingga IP Address kelas A ini digunakan
untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar.
Rentang IP: 1.x.x.x – 126.x.x.x
Contoh: 10.1.1.52
Angka 10 berada dalam rentang 0 – 127,
sehingga termasuk dalam kelas A.
1.
2. Kelas B
IP Address yang terdiri dari 16 bit untuk
network ID dan 16 bis untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan
untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar.
Rentang IP: 128.1.x.x – 191.255.x.x
Contoh: 160.161.76.13
Angka 160 berada dalam rentang 128 – 191,
sehingga termasuk dalam kelas B
1.
3. Kelas C
IP Address yang terdiri dari 24 bit untuk
nework ID dan sisanya 8 bit untuk host ID, sehingga IP address kelas C
digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk
jaringan Local Area Network atau LAN.
Rentang IP: 192.0.0.x – 223.255.255.x
Contoh: 193.10.20.25
Angka 193 berada dalam rentang 192 – 223,
sehingga termasuk dalam kelas C.
Selain ketiga kelas IP Address di atas,
terdapat pula kelas IP Address D dan E, namun kedua kelas ini tidak digunakan
untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk
eksperimental. Oktat pertama untuk IP Address Kelas D berada pada range 224 –
239 dan untuk IP Address Kelas E berada pada range 240 – 255.
Lalu apakah yang disebut dengan IP Private
dan IP Public? Berikut penjelasannya:
IP Private
IP Private adalah IP yang biasanya
digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga
terhubung ke internet tapi melalui NAT. Untuk menghubungkan dua jaringan
pribadi/private dimungkinkan dengan bantuan router atau perangkat serupa yang
mendukung Network Address Translation.
Alamat IP Private/Pribadi biasa digunakan
untuk jaringan pribadi seperti rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan
hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama
lain. IP ini digunakan atau dibuat sendiri oleh adminstrator untuk mempermudah
pengaturan IP di setiap komputer tanpa harus meregistrasi setiap IP pada
komputer tersebut.
Internet Assigned Numbers Authority (IANA)
telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi
(jaringan lokal):
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total
Addresses: 16,777,216)
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
(Total Addresses: 1,048,576)
Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.0
(Total Addresses: 65,536)
Contoh penggunaan IP Private adalah
jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat diberikan IP mulai
dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10.
IP Publik
IP publik adalah IP Address yang digunakan
untuk lingkup internet, di mana pada saat penggunaannya harus diregistrasikan
terlebih dahulu (ke badan penyalur IP address agar tidak terjadi bentrokan IP
Address) karena IP Address ini dikenali oleh jaringan internet di seluruh dunia
melewati router-routernya. Alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan
berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak
ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika jaringan tersebut telah
terhubung ke Internet.
IP publik dapat berupa statis atau
dinamis. IP publik yang bersifat statis artinya IP tersebut tidak dapat berubah
dan biasanya digunakan terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di
Internet. Sedangkan IP yang bersifat dinamis, artinya IP tersebut dapat berubah
dan alamat IP tersebut dipilih dari sebuh pool yang tersedia. Perubahan masing-masing
terjadi satu kali untuk menghubungkan ke internet yaitu ketika terjadi disconnected (jaringan terputus), maka saat menghubungkannya kembali ke internet,
otomatis akan mendapat IP baru.
Contoh IP Public adalah akses Speedy modem
yang merupakan IP Public 125.126.0.1
Tabel 1. Perbandingan Kelas IP Address
|
Kelas
|
Network Bit
|
Jumlah Host Jaringan
|
Oktat Pertama
|
Subnet Mask
|
|
A
|
8
|
16.777.214
|
0 – 127
|
255.0.0.0
|
|
B
|
16
|
65.534
|
128 – 191
|
255.255.0.0
|
|
C
|
24
|
254
|
192 – 223
|
255.225.255.0
|
Tabel 2. Rumus Menentukan IP Address
|
Oktet 1
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
|
Oktet 2
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
|
|
Oktet 3
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
|
|
Oktet 4
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
30
|
31
|
32
|
|
|
|
↕
|
↕
|
↕
|
↕
|
↕
|
↕
|
↕
|
↕
|
|
|
|
27
|
26
|
25
|
24
|
23
|
22
|
21
|
20
|
Interval
|
|
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
192
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
224
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
240
|
|
|
|
|
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Network 248
|
|
|
|
|
||||
|
|
Masking
|
|
|
|
|
||||
|
|
252
|
|
|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
254
|
|
|||||||
|
|
|
|
|||||||
|
|
255
|
|
|||||||
Apa maksud tabel di atas? Mari kita
langsung pada dua buah contoh soal berikut:
1.
160.161.76.13/19
Jawab:
-
Kelas B karena angka pertama bernilai 160 (Lihat pada tabel diagram oktat
pertama).
-
Network bits = 19 (terdapat pada soal)
-
Host bits = 32 – 19 = 13
32 merupakan total host bits, sedangkan 19
merupakan jumlah network bits.
-
Jumlah Host : 2n – 2 = 213 – 2 = 8190
-
Subnet mask, jika dilihat pada tabel, dengan network bits 19, maka berada pada
oktet 3 dan jika ditarik garis lurus ke bawah, maka diperoleh nilai subnet
masknya adalah 224. Sehingga subnet masknya adalah 255.255.224.0.
Subnet mask berfungsi untuk memisahkan
network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan,
apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk
jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah
Router.
-
Maka IP yang diperoleh adalah:
·
160.161.64.0/19 à network address
Kenapa nilainya 64? Jika dilihat pada
tabel, dengan network bit 19, maka diperoleh interval 32, maka untuk memperoleh
nilai IP Address host yang available dari IP pada soal, dicari kelipatan 32
yang kurang dari nilai 76 (soal), hingga diperoleh nilai 64.
·
160.161.95.255/19 à broadcast address
Kenapa nilainya 95? Untuk mencari
broadcast address dari host yang available, maka carilah nilai kelipatan 32
yang nilainya di atas 76 (soal), maka diperoleh nilai 96. Rumus broadcast address
adalaha n – 1, sehingga broadcast address yang diperoleh adalah
160.161.95.255/19.
·
Host IP Address yang available untuk IP di atas adalah
160.161.64.1/19 — 160.161.95.254/19
1.
Sebagai network engineer Anda diminta untuk membuat disain jaringan dengan
kebutuhan jaringan sebagai berikut: 3 departemen yang terdiri dari 20 host, 500
host, dan 28 host.
Jawab:
Pertama, tentukan terlebih dahulu kelas
dari jumlah host terbesar, yaitu 500 host. Berdasarkan tabel di atas, dengan
jumlah kebutuhan host 500, maka kebutuhan host tersebut masuk dapat masuk dalam
kelas A ataupun kelas B.
Maka IP Private untuk kelas B adalah:
172.16.0.0/16 (lihat kembali IP Private untuk kelas B dan jumlah network
bitnya)
Berapakah range host yang available sesuai
kebutuhan host?
·
Untuk host 500:
172.16.0.0/23 — 172.16.2.0/23
Angka 23 diperoleh dari rumus 2n di mana nilainya harus minimal 500 untuk memenuhi kebutuhan host sebanyak
500 yaitu 29 = 512 (diperoleh nilai lebih dari 500), sehingga 32 – 9 = 23 (32 adalah
total bits).
Angka 2 diperoleh dari interval nilai
oktet 23, yaitu kelipatan 2.
·
Untuk host 28:
172.16.4.0/27
Angka 27 diperoleh dari rumus 2n di mana nilainya harus minimal 28. Dari tabel di atas terlihat bahwa 25 = 32, maka 32 – 5 = 27.
Angka 4 diperoleh dari interval oktet 3
dengan nilai 23, karena kebutuhan network ini masih di satu perusahaan, maka
host IP Address masih melanjutkan dari host sebelumnya.
·
Untuk host 20:
172.16.4.32/27
Angka 32 diperoleh dari interval oktet ke
4 dari nilai 27.
·
Untuk menghubungkan host tersebut maka dibutuhkan 2 buah router dan
dibutuhkan pula host IP Address untuk dua router tersebut, yaitu:
172.16.4.64/30
Angka 64 diperoleh dari kelipatan 32 yang
merupakan lanjutan dari host sebelumnya, sedangkan nilai 30 merupakan network
bits untuk perangkat router.
Biografi Penulis
Winda Mayasari. Menyelesaikan S1 di Universitas Bina Nusantara pada tahun 2006 dengan
Jurusan Sistem Informasi. Baru kembali menggeluti dunia IT di akhir tahun 2010
dengan bidang database. Tahun 2013 masuk dalam dunia network dan mencoba
belajar menggeluti dunia network.
13.47
Dedoy Rpl CyberGhost
0 komentar:
Posting Komentar